Debus
Dibaca : 1228 Kali

Debus adalah atraksi kesenian, Banten Provinsi Jawa Barat, Istilah debus berasal dari bahasa Arab yang artinya tongkat yang terbuat dari besi yang ujungnya runcing dan memiliki hulu yang bundar. Konon, kesenian yang bagi sebagian orang terbilang ekstrem ini, dibawa ke Banten oleh penyebar agama Islam yang berasal dari Al-Madad, nama sebuah daerah di Timur Tengah pada abad ke-13 M. Melalui kesenian debus, ia kemudian memperkenalkan ajaran Islam secara perlahan-lahan kepada masyarakat Banten. Bahkan atraksi debus ini sudah menjadi wisata andalan yang ditawarkan kepada turis yang berkunjung kesana.

Sebagian orang berpendapat bahwa kesenian debus merupakan penggalan dari ajaran tarekat Rifa`iyah, sebuah aliran tarekat yang dibawa ke Aceh oleh Nuruddin Ar-Raniry pada abad ke-16 M. Inti ajaran tarekat ini adalah perasaan gembira ketika berjumpa dengan Allah SWT (epiphany). Ketika mengalami epifani, seseorang akan kebal terhadap apapun, termasuk senjata tajam. Konon, ajaran tarekat ini dibawa ke Banten oleh para pengawal Cut Nyak Dien (1848-1908 M) ketika pejuang perempuan dari tanah Rencong itu diasingkan Belanda ke Sumedang. Di antara para pengawal Cut Nyak Dien, terdapat orang yang menguasai dengan baik kesenian debus dan kemudian mengajarkannya kepada masyarakat Banten.

Ketika tampuk kekuasaan Kesultanan Banten dipegang oleh Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1692 M), debus dijadikan alat untuk membangkitkan semangat para pejuang dan rakyat Banten untuk melawan kolonial Belanda. Dewasa ini, debus lebih populer sebagai seni bela diri yang mendemonstrasikan berbagai atraksi kekebalan tubuh kepada penonton. Kesenian ini sering ditampilkan pada festival kebudayaan, upacara adat, maupun hiburan masyarakat.               

Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan kesenian Debus dapat mengunjungi komunitas-komunitas seniman debus yang ada di Kecamatan Walantaka, Keragilan, dan Curug di Kabupaten Serang, serta di Kecamatan Menes dan Sindang Laut, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Selain itu, wisatawan juga dapat menyaksikan kesenian debus di tempat-tempat lainnya di Provinsi Banten pada momen-momen tertentu, seperti pada festival kebudayaan, promosi pariwisata daerah, perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, perayaan hari jadi Provinsi Banten, dan lain sebagainya.         

Atraksi ini ekstrem, atraktif, dan magis. Begitu kira-kira kesan ketika menyaksikan kesenian yang dimainkan secara berkelompok ini. Sebab, pertunjukan debus mengkombinasikan secara baik gerakan-gerakan silat yang kental, kelihaian menggunakan senjata tajam, dan atraksi-atraksi ekstrem yang membuat bulu kuduk bergidik. Selain itu, pertunjukan debus juga menyatukan¯ dengan begitu baiknya antara seni tari, seni suara, dan seni kebatinan.

Pertunjukan debus dibuka dengan memanjatkan doa dan puji-pujian kepada Allah SWT, serta selawat kepada Nabi Muhammad SAW, dengan iringan tetabuhan/bunyi-bunyian sekitar 30 menit. Acara selanjutnya adalah beluk, yaitu lantunan zikir dengan suara keras, melengking, dan bersahut-sahutan. Tak lama kemudian, atraksi kekebalan tubuh pun mulai didemonstrasikan sesuai dengan keinginan para pemainnya. Semakin lama, atraksi para pemain debus kian ekstrem.

Andrenalin penonton akan diuji dengan atraksi-atraksi ekstrem yang diperagakan oleh para pemain debus, seperti menusuk perut dengan tombak, menyayat anggota tubuh dengan golok, mencongkel mata dengan pisau, mengiris nadi dengan silet, menyiramkan air keras ke tubuh, memasukkan jarum/kawat ke dalam lidah, atau melukai anggota tubuh sampai berdarah-darah.

Selain itu, penonton juga akan terhibur dengan pertunjukan-pertunjukan atraktif lainnya, seperti duduk di atas tangga yang tersusun dari golok bermata tajam, memasukan api ke dalam mulut, menggoreng telur/kerupuk di atas kepala, bergulingan di atas pecahan kaca (beling), makan paku, dan lain sebagainya.

Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang merupakan tempat tujuan wisata terkenal di Provinsi Banten dan telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang memadai. Oleh sebab itu, para pengunjung dapat dengan mudah menemukan berbagai fasilitas yang dibutuhkan ketika berada di dua kabupaten tersebut, seperti penginapan, rumah makan, toko, kios wartel, dan lain sebagainya.


Tanggal Posting : Senin, 31 Oktober 2011
Pengirim : Admin


Artikel Terbaru
Pulau Hari

Pulau hari merupakan sebuah pulau kecil tak berpenghuni yang yang terletak di bagian timur kota Kendari Sulawesi Tenggara. Pulau ini terkenal dengan keindahan panorama alamnya yang masih alami. 

Permukaan air yang jernih

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro merupakan sebuah pulau yang terletak di tengah Sungai Musi Palembang Sumatera Selatan. Pulau ini setiap tahunnya dijadikan pusat tempat perayaan Cap Go Meh, bagi warga keturunan China dari berbagai

Rujak Soto

Makan Rujak atau Soto mungkin Anda sudah pernah mencobanya, namun pernahkan Anda mencoba makanan campuran rujak petis dan kuah soto babat, makanan ini bernama Rujak Soto, Rujak Soto merupakan makanan khas

Candi Jago

Candi Jago  didirikan pada masa Kerajaan Singhasari  pada abad ke-13. Candi ini terletak di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, atau sekitar 22 km dari Kota Malang. Candi Jago memiliki keunikan

Tari Angguk

Tari Angguk meruapakan salah satu dari sekian banyak jenis kesenian rakyat yang ada di Provinsi  Daerah Istimewa Yogyakarta. Tarian ini merupakan tarian yang disrtai dengan pantun-pantun rakyat yang berisi tentang berbagai

News Category

Sumatera

Jawa

Kalimantan

Sulawesi

Bali

Maluku

Nusa Tenggara

Papua

Online Support
hadisukirno1 transtiket1
Visitor