Upacara Adat Reba
Dibaca : 1480 Kali

Reba adalah upacara adat yang bertujuan untuk melakukan penghormatan dan upacara rasa terimakasih terhadap jasa para leluhur. Upacara ini juga digunakan untuk mengevaluasi tentang kehidupan bermasyarakat pada tahun sebelumnya yang telah  dijalani oleh masyarakat Ngada. Melalui upacara ini, keluarga dan masyarakat  meminta petunjuk kepada tokoh agama dan tokoh adat untuk dapat menjalani hidup  lebih baik pada tahun yang baru. Upacara ini diadakan setiap tahun baru, tepatnya  di bulan Januari atau Februari.           

Upacara Reba dapat  disaksikan di masing-masing kecamatan yang terletak di Kabupaten Ngada, Pulau  Flores, Provinsi NTT. Masing-masing kecamatan itu adalah Aimere, Bajawa,  Mataloko, Jerebuadan Soa.

Sehari sebelum perayaan Reba dimulai, dilakukan dulu upacara pembukaan Reba dan pada malamnya dilakukan acara makan minum bersama ( ka maki Reba ) sambil menunggu pagi. Setelah pagi harinya ketika upacara sedang berlangsung, para tamu disediakan makanan dan minuman yang sudah matang. (Ngeta kau bhagi ngia, mami  utu mogo. Kaa si papa vara, ini su papa pinu). hidangan utama pada pesta ini adalah ubi. Bagi warga Ngada, ubi diagungkan sebagai sumber makanan yang  tak pernah habis disediakan oleh bumi. Karena itu, warga Ngada tidak akan  pernah mengalami rawan pangan ataupun busung lapar. 

Selama upacara Reba berlangsung akan diiringi oleh tarian para penari yang menggenggam pedang panjang (sau) dan tongkat warna-warni yang pada  bagian ujungnya dihiasi dengan bulu kambing berwarna putih. (tuba). Sebagai pengiring tarian adalah alat  musik gesek berdawai tunggal yang terbuat dari tempurung kelapa atau juga dari  labu hutan. Sebagai wadah resonansinya alat musik ini ditutupi dengan kulit  kambing yang pada bagian tengahnya telah dilubangi. Sedangkan penggeseknya  terbuat dari sebilah bambu yang telah diikat dengan benang tenun yang telah  digosok dengan lilin.  

Upacara adat Reba  biasa dilakukan tiga sampai empat hari. Sebelum pelaksanaan upacara tari-tarian  dan nyanyian (O Uwi) diadakan misa  inkulturasi di gereja yang dipimpin oleh seorang pater atau romo. Beberapa  rangkaian upacara juga diiringi dengan koor nyanyian gereja, dan menggunakan  bahasa lokal Ngada. Upacara ini memang memadukan unsur adat dengan agama.

Di luar gereja, suasana  upacara adat bertambah meriah, ketika para penonton dan penari disodori satu  dua gelas arak (tua ara). Ini  merupakan tradisi setiap orang Ngada yang hadir dalam upacara tersebut. Namun  demikian, Reba tidak sekadar pesta hura-hura, tapi wujud kegembiraan (gaja gora) masyarakat Ngada dengan tetap  menjaga nuansa rohani.

Bila Anda tertarik ingin menontonnya dari Kupang, ibukota Provinsi NTT, Anda  dapat naik pesawat menuju Ende, sebuah kota di  Pulau Flores. Setiba di sana, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Ngada  yang berjarak sekitar 61 kilometer dengan naik minibus.

Bila Anda mencari penginapan di kota Ngada terdapat beberapa  hotel, mulai dari kelas melati hingga bintang dua. Di samping itu, terdapat beberapa  restoran yang menyediakan makanan khas Ngada, dan  beberapa biro wisata yang siap melayani wisatawan  ke obyek wisata lainnya di sekitar Ngada.


Tanggal Posting : Kamis, 20 Oktober 2011
Pengirim : Admin


Artikel Terbaru
Pulau Hari

Pulau hari merupakan sebuah pulau kecil tak berpenghuni yang yang terletak di bagian timur kota Kendari Sulawesi Tenggara. Pulau ini terkenal dengan keindahan panorama alamnya yang masih alami. 

Permukaan air yang jernih

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro merupakan sebuah pulau yang terletak di tengah Sungai Musi Palembang Sumatera Selatan. Pulau ini setiap tahunnya dijadikan pusat tempat perayaan Cap Go Meh, bagi warga keturunan China dari berbagai

Rujak Soto

Makan Rujak atau Soto mungkin Anda sudah pernah mencobanya, namun pernahkan Anda mencoba makanan campuran rujak petis dan kuah soto babat, makanan ini bernama Rujak Soto, Rujak Soto merupakan makanan khas

Candi Jago

Candi Jago  didirikan pada masa Kerajaan Singhasari  pada abad ke-13. Candi ini terletak di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, atau sekitar 22 km dari Kota Malang. Candi Jago memiliki keunikan

Tari Angguk

Tari Angguk meruapakan salah satu dari sekian banyak jenis kesenian rakyat yang ada di Provinsi  Daerah Istimewa Yogyakarta. Tarian ini merupakan tarian yang disrtai dengan pantun-pantun rakyat yang berisi tentang berbagai

News Category

Sumatera

Jawa

Kalimantan

Sulawesi

Bali

Maluku

Nusa Tenggara

Papua

Online Support
hadisukirno1 transtiket1
Visitor